Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 hari minggu libur
Beranda » Informasi terbaru » Esensi Hijab

Esensi Hijab

Diposting pada 31 May 2016 oleh Jilbab anak

Esensi Hijab

Di zaman semodern ini menutup aurat bukan lagi hal yang berat. Perjuangan yang dibutuhkan juga tidak seseram tahun 90an sampai awal tahun 2000an. Kala itu perjuangan wanita yang ingin menutup auratnya terasa sangat heroik. Ada yang disuruh buka jilbab di sekolah maupun di kampus, foto ijazah yang diharuskan menampilkan rambut dan telinga, bahkan ada yang hampir Drop Out (DO) dr sekolah gara-gara jilbab, begitupun dengan anak kita seharusnya anak kita sudah memakai jilbab anak

Kalau dibandingkan dengan era digital ini, kemudahan menutup aurat justru kian terbuka lebar. Tak ada lagi wanita yang diejek karena berhijab dan menutup aurat. Semua orang berlomba-lomba pakai hijab. Mulai dari artis ibukota, aktris pemain film layar lebar, anggota DPR, bahkan tersangka kasus korupsi pake hijab. Luar biasa.

Tak ada lagi orang yang malu-malu pakai hijab. Hijab has been a common thing in Indonesia. Hijaber-hijaber kondang sering tampil di layar kaca. Memandu acara-acara talkshow, jalan-jalan, sampai fashion. Situs-situs internet populer seperti youtube dan instagram menjadi ajang upload tutorial hijab. Bagaimana memakai hijab yang kekinian, yang membuat pipi terlihat lebih tirus, bagaimana menutup jidat yang lebar, dst.

Hijab telah berkembang pesat. Bukan hanya sebagai penutup aurat, namun juga sebuah fashion. Hampir setiap bulan selalu ada tren terbaru yang dikeluarkan. Dari jilbab paris, pashmina, natasha, najwa, rawis, velvet, monochrome, dsb. Kaum wanita dimanjakan dengan trend fashion hijab yang tak kunjung habis. Mulai trend memadukan hijab dengan gamis, overall, tunik dan celana panjang. Gamis pun banyak modelnya, mulai dari gamis model kaftan sampai gamis payung, juga begitupun dengan model hijab anak sehingga anak kita mudah memilih

Jilbab anak syiria klasik mengggunakan bahan material yang nyaman dipakai yaitu rayon super bagus digunaka bayi newborn dan balita

Hijab menggerakkan roda perekonomian industri kreatif bidang fashion. Perputaran uang di bisnis hijab sangat menggiurkan. Bayangkan jika lima persen saja dari penduduk Indonesia adalah wanita berhijab yang rutin menghabiskan lima puluh ribu rupiah dari kantongnya untuk membeli hijab setiap bulan, maka ada sekitar 5% x 250 juta x 50 ribu = 625.000.000.000 (enam ratus dua puluh lima milyar). Uang sebanyak ini bisa menggaji 625.000 tenaga kerja dan masing-masing mendapatkan satu juta rupiah.

Perhitungan kasar itu cukup membuat mata terbelalak. Jumlah yang senyatanya terjadi bisa lebih dari itu. Karena saya yakin dengan lebih dari lima persen penduduk indonesia yang berhijab. Dengan alasan lebih dari 80% dari penduduk Indonesia beragama Islam.

Sebenarnya yang perlu dikampanyekan bukan lagi sekedar gerakan gemar menutup aurat. Tapi esensi dari hijab itu sendiri. Tentu ada sebuah alasan terselubung yang disertai konsepsi menarik tentang mengapa Allah memerintahkan wanita-wanita muslim untuk berhijab.

Allah berfirman dalam QS Al Ahzab ayat 59: Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Dua poin penting yang perlu diperhatikan dalam ayat tersebut. Pertama agar mereka lebih mudah dikenali, dan kedua, sehingga mereka tidak diganggu. Menurut saya, poin pertama bermakna bahwa hijab berfungsi sebagai identitas bagi wanita muslim. Poin kedua adalah hijab sebagai proteksi agar tak diganggu oleh orang-orang yang berniat jahat terhadap wanita.

Pertanyaannya adalah bagaimana jika kita sudah berhijab tapi masih saja diganggu oleh orang jahat. Digoda om-om mesum misal. Seharusnya kita instropeksi diri. Melihat ketentuan hijab yang ada dalam syari’at. Sudah sesuai kah? Kalaupun hijab kita sudah sesuai dengan syari’at tapi masih tetap saja digoda sama laki-laki nakal, jangan-jangan akhlak kita yang masih buruk? Jangan-jangan esensi hijab belum masuk ke dalam diri kita.

Karena hijab adalah identitas, hijab adalah akhlak. Hijab seseorang adalah cerminan dirinya. Lalu bagaimanakah hijab kita? Sudahkah ia menjadi akhlak? Atau hanya sekedar penggembira trend industri fashion?

Sumber : Mutiah Mutiara Firdaus( Muslimdailynet)

Bagikan informasi tentang Esensi Hijab kepada teman atau kerabat Anda.

Esensi Hijab | Produsen Hijab Anaya

Belum ada komentar untuk Esensi Hijab

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Temukan Kami
TERIMA KASIH TELAH MEMILIH ANAYA HIJAB FAST RESPONSE HUBUNGI WA 0816.173.73.173 DAN HP 0822.4922.1945
Sidebar Kiri
Kontak
Cart
Sidebar Kanan